Biaya Kuliah Kedokteran di Tanah Air

Biaya Kuliah Kedokteran di Tanah Air

Manajemen Keuangan Tak ada komentar pada Biaya Kuliah Kedokteran di Tanah Air

Sudah bukan rahasia lagi jika fakultas kedokteran hingga sekarang ini selalu menjadi jurusan favorit. Baik di perguruan tinggi negeri ataupun di perguruan tinggi swasta. Hal ini bisa dilihat ketika proses pendaftaran berlangsung. Ada puluhan ribu calon mahasiswa yang mendaftar pada fakultas ini. Jangan heran, karena fakultas kedokteran memang menjanjikan masa depan cerah bagi para mahasiswa. Tapi di sisi lain juga sudah bukan rahasia lagi jika biaya kuliah kedokteran terkenal mahal. Namun hal tersebut tentu tidak menjadi beban bagi beberapa orang tua yang mampu. Mengingat prospeknya yang cerah dan juga menjanjikan.

Perlu diketahui saja, biaya kuliah fakultas kedokteran di kampus negeri saja bisa mencapai angka ratusan juta. Angka tersebut bisa saja lebih tinggi jika pendidikan ditempuh di universitas swasta. Tak berhenti sampai disitu saja, biaya tersebut tidak termasuk dengan uang semesteran. Konon uang semesteran di fakultas kedokteran bisa mencapai belasan juta rupiah. Ditambah lagi dengan biaya prakteknya yang tidak kalah mahal. Lantas bagaimana dengan prospek dan pendapatan ketika sudah menjadi dokter? Apakah benar cukup besar sehingga membuat banyak orang tertarik untuk menjadi salah satu mahasiswanya? Klik di sini untuk biaya kuliah lebih lanjut.

Keuntungan Membayar Biaya Kuliah Kedokteran yang Mahal

Membayar biaya kuliah kedokteran yang mahal ternyata sebanding dengan peluang kerja yang cerah. Beberapa contoh peluang kerja yang bisa didapatkan oleh lulusan mahasiswa kedokteran adalah seperti berikut.

  • Menjadi dokter di rumah sakit nasional hingga skala internasional.
  • Bekerja di klinik, puskesmas atau tempat pengobatan resmi yang ada.
  • Membuka praktek sendiri di rumah. Tentunya jika sudah ada izin resmi yang sah.
  • Menjadi dokter dengan status pegawai negeri sipil dari pemerintah.
  • Atau bisa juga dengan menjadi dosen pendidikan kedokteran di universitas ternama.

Itulah beberapa prospek mahasiswa setelah lulus pendidikan kedokteran. Ternyata begitu cemerlang dan memang menjanjikan bukan?

Pendapatan menjadi seorang dokter ternyata juga tidak main-main. Pendapatan minimumnya biasanya sekitar 3 juta rupiah. Itupun untuk dokter yang baru saja menyelesaikan studi pendidikannya. Pendapatan tersebut bisa juga bertambah tergantung daripada status mereka masing-masing. Jika mendirikan praktek sendiri di rumah tentu saja gajinya akan lebih tinggi. Bayangkan saja jika per pasien mereka dibayar sekitar 100 ribu rupiah. Tentu saja sangat besar bukan pendapatan mereka. Beda halnya jika mereka menjadi seorang pegawai negeri sipil yang besar gajinya sudah ditentukan oleh pemerintah.

Tapi tak semua dokter bisa memiliki gaji sebesar nominal tersebut. Ada juga beberapa dokter dengan penghasilan yang minim dan mungkin hanya bisa digunakan untuk makan dan kebutuhan hidup yang ringan. Misalnya saja dokter yang mengabdi di kawasan pinggir, terdalam dan terluar kawasan Indonesia. Mereka harus rela menerima gaji sedikit hanya untuk mengabdi dan membantu masyarakat. Selain gajinya yang sedikit kadang tempat tinggal mereka juga kurang memadai. Akses ke rumah konsumen sering kali juga terbatas dan minim. Sehingga menyusahkan mereka untuk menolong pasien yang benar-benar sakit.

Jadi prospek menjadi seorang dokter memang menjanjikan. Sesuai dengan biaya kuliah kedokteran yang dikeluarkan. Tapi ingin menjadi dokter di kawasan perkotaan ataupun di kawasan pedesaan yang pelosok tentu saja menjadi pilihan masing-masing individu. Sebab terpenting adalah sebagai dokter harus bisa menolong sesama yang sedang membutuhkan. Perkiraan pendapatan gaji diatas hanya untuk kategori dokter umum. Untuk dokter gigi dan dokter hewan tentu saja berbeda lagi penghasilan yang diterimanya.

Referensi : https://uangteman.com/blog/berita-uang/biaya-kuliah-kedokteran-di-5-universitas-negeri/

Leave a comment

Back to Top