Bingung Memulai Reksadana? Ini Cara Investasi Reksadana Sederhana Bagi Pemula!

Bingung Memulai Reksadana? Ini Cara Investasi Reksadana Sederhana Bagi Pemula!

Investasi Tak ada komentar pada Bingung Memulai Reksadana? Ini Cara Investasi Reksadana Sederhana Bagi Pemula!

Ingin merasa aman secara finansial karena memiliki simpanan dana yang cukup? Anda tak bisa hanya mengandalkan tabungan saja. Banyaknya biaya administrasi dan potongan lain justru cenderung membuat tabungan berkurang banyak, kecuali Anda bisa sekaligus menabung dalam jumlah besar. Lebih baik Anda mencari tahu cara investasi reksadana sehingga uang Anda tersebut bisa terus berputar dan semakin bertambah banyak.

Lantas, bagaimana caranya? Pertama, Anda harus tahu persis apa tujuan Anda berinvestasi. Demi pendidikan anak atau Anda sendiri? Demi hari tua? Untuk membeli rumah? Ini akan menentukan jenis reksadana yang Anda pilih. Perhatikan jenis-jenisnya berikut:

1. Reksadana pasar uang
Reksadana yang semuanya diletakkan di deposito, obligasi, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan jatuh temponya di bawah 1 tahun. Resikonya rendah, tapi keuntungannya termasuk sedikit.

2. Reksadana pendapatan tetap
80% dana dialokasikan ke obligasi, dan memiliki potensi keuntungan 10% setahunnya. Resiko termasuk sedang.

3. Reksadana terproteksi
Sebagian dana dimasukkan ke instrumen obligasi, sehingga investasi Anda tetap terjamin sampai saat yang ditentukan untuk jatuh tempo. Jadi nilai investasi pokok Anda terlindungi 100% selama dicairkan pada saat yang sudah ditentukan.

4. Reksadana campuran
Alokasi dananya di tempat berbeda-beda. Ada yang di deposito, saham, maupun obligasi. Resikonya lebih tinggi, tapi potensi keuntungan juga tinggi.

5. Reksadana saham
Dana Anda 80% ditempatkan di saham. Keuntungannya paling besar, namun demikian juga dengan resikonya.

Setelah Anda tahu jenis-jenisnya, langkah berikutnya dari cara investasi reksadana adalah menentukan jangka waktu. Periodenya macam-macam. Ada yang kurang dari 1 tahun, 1-3 tahun, bahkan di atas 5 tahun. Semakin besar resiko reksadananya, lebih baik Anda pilih jangka waktu yang semakin panjang pula, seperti misalnya reksadana saham. Kalau Anda hanya melakukan reksadana pasar uang, maka Anda bisa memilih periode di bawah 1 tahun.

Kalau Anda sudah menemukan tujuan Anda, kemudian jenis reksadana yang pas, dan menentukan jangka waktu yang paling menguntungkan, maka langkah berikutnya adalah:

1. Melihat rekam jejak dari reksadana yang akan Anda pilih tersebut. Lihat bagaimana tren keuntungannya selama paling tidak 3-5 tahun terakhir. Kalau trennya cenderung naik, maka pilihan Anda sudah tepat.
2. Hubungi pihak yang mengurus reksadana tersebut, biasanya dari bank, kemudian cari tahu tentang hal-hal teknis seperti biaya yang diperlukan (pembelian, penjualan, administrasi).
3. Pastikan legalitas dari reksadana dan manajemen investasi tersebut dengan menyelidiki adakah izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini mutlak demi mencegah Anda tertipu dan uang hilang di tengah jalan.
4. Setelah itu, bacalah prospektus dari reksadana untuk mengerti lebih jauh tentang reksadana yang Anda pilih.

Tahukah Anda tentang prospektus? Ini adalah langkah lanjut yang perlu Anda ketahui untuk melakukan investasi. Perhatikan ini:

• Anggaplah prospektus sebagai buku manual bagi reksadana.
• Di dalam prospektus, ada pembahasan tentang izin, biaya-biaya yang diperlukan, manajer investasi, tata cara untuk membeli dan menjual reksadana, dll.
• Prospektus adalah salah satu ciri utama dari reksadana yang autentik, karena prospektus memberikan keterangan secara jelas tentang skema reksadana.

Itulah ulasan tentang cara investasi reksadana secara sederhana bagi Anda yang masih pemula. Sebenarnya reksadana tidak serumit yang Anda pikirkan. Selama Anda mau membaca aturan dan pengertian yang diberikan dengan jeli, Anda sudah mendapatkan semua keterangan yang Anda inginkan. Begitu Anda sudah tahu, maka sebaiknya Anda segera mulai menginvestasikan dana Anda di reksadana sekarang, selagi Anda mampu.

Leave a comment

Back to Top