Kriteria dari Pajak Pertambahan Nilai

Manajemen Keuangan Tak ada komentar pada Kriteria dari Pajak Pertambahan Nilai

Untuk beberapa orang yang suka berbelanja atau makan di restoran pasti sudah sangat akrab dengan pajak pertambahan nilai. Ini merupakan pajak yang biasa disebut juga dengan PPN. Pajak ini banyak sekali dikeluhkan oleh beberapa orang karena jumlahnya yang selalu meningkat setiap tahunnya. Jika tidak ada peningkatan maka bisa saja ada perubahan dalam sistem perpajakan ini. Jadi bagi kita yang memiliki banyak uang untuk makan dan belanja kita harus tahu berapa  perkiraan harga yang harus dimiliki untuk membayarkan pajak ini.

pajak pertambahan nilai

pajak pertambahan nilai

Ada beberapa orang yang tidak tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan pajak ini. Pajak ini biasanya akan dibayarkan ke negara atau dibayarkan ke perusahaan atau biasa pajak ini akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Penggunaan pajak ini sekarang semakin beragam fungsinya. Oleh karena itu sebagai warga negara yang menyukai kegiatan berbelanja mereka harus tahu bahwa pinjaman pajak ini akan sangat berpengaruh pada keuangan mereka. Berikut ini adalah kriteria dalam pajak ini antara lain:

• Pajak ini nantinya akan diatur menggunakan faktur.
• Pajak ini melihat dari banyaknya transaksi yang dilakukan.
• Pajak ini juga sudah termasuk dengan barang dan juga jasa.
• Pajak dibayarkan langsung menggunakan perusahaan yang berkewajiban membayarkan pajak ini.

Besarnya PPN ini setiap perusahaan atau restoran pasti berbeda karena ini semua akan bergantung pada jenis makanan atau jenis restoran. biasanya besaran pajak yang harus dibayarkan biasanya adalah 10%. Selain itu juga ada perusahaan yang menggunakan pajak sebesar 21% karena memang mereka memiliki barang yang cukup mahal dan juga cocok untuk harga yang ada saat ini. Jika kita memiliki kesempatan untuk membayarkan pajak ini dengan mudah maka kita bisa membayarkan dengan mudah dengan cara hanya membayarkan dengan struk yang ada.

Selain itu ada beberapa produk atau barang yang biasa kita gunakan dan akan dikenakan pajak jika kita membayarkannya. Berikut ini adalah beberapa produk yang tidak bisa dikenakan pajak antara lain:

1. Minyak bumi,
2. Gas bumi,
3. Batu bara,
4. Asbes,
5. Minyak mentah,
6. Bijih besi.

Sesudah membayarkan pajak pasti kita akan merasakan bahwa semua kewajiban kita sudah berhasil kita bayarkan. Pembayaran pajak yang tepat waktu pasti akan membuat kita terhindar dari beberapa bayaran denda yang besar sekali. Pembayaran pajak pertambahan nilai ini mau tidak mau harus kita bayarkan karena akan membuat kita membayar pajak yang harganya lebih mahal. Kita akan mendapatkan bukti bahwa kita akan sudah membayarkan pajak dari struk yang sudah kita dapatkan. Apabila di struk sudah tertera besarnya pajak maka kita akan tahu berapa besaran pajaknya.

Leave a comment

Back to Top